Musik Dangdut Yang Enak Dinikmati

Hiburan

Musik Dangdut Yang Enak Dinikmati

Lagu dangdut ketika ini tidak kalah digemari dengan genre musik yang lainnya. Hal tersebut dapat disaksikan dengan semakin intensnya request musik dangdut di acara-acara musik baik di televisi, stasiun radio, dan off air lainnya. Genre musik dangdut adalah musik pribumi indonesia. Sehingga tidak salah bilamana Project Pop mengangkat lagu “Dangdut is Music of My Country”.

 

Istilah dangdut berawal dari pemakaian alat musik tabla (di Indonesia dikenal dengan nama gendang) yang adalahalat musik utama yang digunakan. Tabla adalahalat musik yang berasal dari Asia Selatan, laksana India dan sekitarnya. Tabla/gendang bilamana dimainkan akan menerbitkan irama,yakni “dang” dan “dut”. Nah, dari situlah mula mula pemakaian kata dangdut sebagai genre musik tersebut.

 

Di samping dangdut mempunyai musik yang khas, seorang biduan dangdut dituntut mesti menguasai cengkok dangdut. Lagu tersebut seringkali mempunyai birama 4/4, kecuali pada lagu yang ada pada era Melayu Deli,laksana Lagu Burung Nuri. Tidak berhenti disitu saja, element yang urgen dari dangdut ialah tariannya. Tarian musik dangdut paling mengandalkan/mengekor tabuhan gendang dan sinkop.

 

Dalam dangdut, ada intro baik melulu berupa vokal, namun pun dapat berupa permainan gitar, mandolin, dan suling dengan panjangnya nyaris delapan birama, dengan duplikasi maupun tidak. Apabila ada terdapatduplikasi pada lagu, maka bakal disela dengan memakai suatu baris sebagai penjedanya. Baris tersebut seringkali berperan sebagaipendahuluan isi sebuah lagu.

Lagu Dangdut

 

Lagu dangdut pada lazimnya mempunyai melodi bertolak belakang baik padaunsur kesatu maupun pada unsur kedua. Setelah unsur kesatu, ada jeda 2x delapan birama tanpa lirik. Setelah menginjak bagian kedua, disela dengan baris penjeda tanpa lirik sepanjang 2x delapan birama. Pada unsur ini juga, lagu lazimnya diulang penuh. Pada unsur akhir, tidak jarang ada koda dengan panjang empat birama dan seringkali lirik berisikan konsekuensi dari kondisi yang telah dikisahkan penyanyi pada unsur kesatu tadi.

Era Tahun 1960an

 

Pada era ini, musik dangdut diprovokasi oleh sejumlah jenis perangkat musik lain, laksana keroncong dan gitar listrik. Gitar listrik masuk ke dalam dangdut sebab pengaruh dari pertumbuhan politik yang terjadi di Indonesia dengan negara-negara Eropa. Beberapa penyanyinya laksana Husein Bawafie, M. Mashabi, Ellya, Hasnah Tahar, dan masih tidak sedikit lainnya.

Era Tahun 1970an

 

Ini adalahsalah satu masa kejayaan dangdut, dimana terdapat tidak sedikit penyanyi dangdut yang berhasil membawakan lagunya sampai sekarang. Hingga sejumlah lagu berhasil tersebut lantas difilmkan, dan mendulang berhasil pula.

 

Pada masa ini, biduan dangdut juga tidak sedikit yang merangkap sebagai pencipta lagu dangdut. Berikut ini sejumlah penyanyi pada era 1970an, antara lain: Rhoma Irama, Mansyur S., A. Rafik, Elvy Sukaesih, Camelia Malik, Reynold Panggabean.

Era Setelah Tahun 1970an

 

Musik dangdut ibarat telah mendarah daging dengan rakyat Indonesia. Meskipun mayoritas penikmatnya ialah rakyat dari kalangan ruang belajar bawah sampai-sampai sering pun disebut sebagai musik ruang belajar bawah.

 

Di samping itu, pertumbuhan lagu dangdut umumnya pun menceritakanilham dari masyarakat kalangan ruang belajar bawah mengenai kesederhanaan, kepasrahan, dan kelugasannya. Pada era ini, artis/ biduan dangdut yang bercahaya diantaranya ialah Iis Dahlia, Cici Paramida, Meggi Z., Ikke Nurjanah, dan lain-lain.

Era Tahun 1980an

 

Dangdut adalahmusik kontemporer sampai-sampai dapat berinteraksi atau berasimilasi dengan musik bertolak belakang aliran lainnya. Pada era initidak sedikit aliran musik yang masuk, diantaranya Musik Disco, Pop, dan Rock. Selain tersebut ada musik tradisional laksana gamelan pun ikutmemprovokasi perkembangan musik dangdut. Penyanyi yang familiar di era ini, diantaranya ialah Hamdan ATT, Evie Tamala, Fahmi Shahab, Rita Sugiarto, dan lain-lain.

Era Tahun 1990an

 

Meskipun perangkat musik tradisional gamelan telah mulai masuk pada era sebelumnya, tetapi pada era berikut baru benar-benar terlihat. Sehingga terbentuk musik dangdut jenis lainnya yakni Dangdut Campursari.

 

Musik Dangdut Campursari lazimnya lekat dengan masyarakat Jawa sebab selain pemakaian gamelan sebagai pengiringnya, lirik yang ada pada lagupun menggunakan Bahasa Jawa. Penyanyi yang familiar pada masa inilaksana Didi Kempot ( Stasiun Balapan, Nunut Ngiyup), dan Sony Joz (Sumi, Wong Ndeso).

Era Tahun 2000an Sampai Sekarang

 

Pada mula tahun 2000an, musik dangdut mulai tergeser oleh jenis musik lainnya. Karena terjadi kejemuan dengan musik dangdut, tetapi para musisi Jawa Timur yang sedang di pesisir Pantura berjuang untuk mengembangkan kreativitas mereka sampai-sampai musik dangdut bisa membooming kembali. Sehingga akhirnya terbuat musik dangdut jenis baru, yang dikenal dengan dangdut musik koplo.

 

Musik koplo mempunyai karakteristik penyanyinya dengan pakaiantersingkap bahkan seronok berjingkrak-jingkak pada ketika bernyanyi,buaian atau ritme musik yang keras. Di samping itu, lagu dalam dangdut koplo juga tidak sedikit yang tidak mengandung amanat bahkan kadangmemunculkan kontroversi, yang urgen enak didengar. Musik ini merangsang munculnya sejumlah grup musik di sekian banyak  wilayah di dekat Pantura laksana Organisasi Musik (OM) Pantura, OM Sera, dan sejenisnya.

 

Setelah musik dangdut koplo dapat berkibar di lokasi Pantura, musik jenis itu mulai masuk ke sejumlah media siaran televisi, radio, bahkan diskotik sekali pun. Eksistensinya bahkan sampai kini ini. Namun, sejak kedatangan musik dangdut koplo tersebut tidak sedikit pro kontra yang terjadi baik diantara masyarakat, bahkan musisi dangdut dari era sebelumnya.

 

Berkat goyang sesar pun yang memakai musik berlatar lagu oplosan karya Nurbayan, lantas lagu itu menjadi lagu terpopuler tahun 2014. Haltersebut berimbas, dengan diciptakannya sejumlah lagu Nurbayan yangbeda diantaranya lagu pokoke joget, kapokmu kapan, dan lain-lain. Dan yang sedang populer pun saat ini: Dangdut D’Academy dan D’Terong Show di Indosiar berkat mengangkat acara musik dangdut.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *